Saturday, 30 July 2022

Obesitas, Insulin & Puasa

 
Beberapa bulan ke belakang, saya memang lagi gandrung mempelajari tentang kesehatan. Entah kenapa, padahal saya tak ada background kedokteran, kecuali ya dulu, belajar Biologi di kelas 2 dan 3 SMA. 

Karena 6 tahun silam saya adalah seorang penimbun lemak (baca: gendut), saya jadi benar-benar tertarik dengan studi yang mempelajari kenapa sih orang jaman sekarang mudah sekali gemuk. Tentang ini, kemarin saya dipertemukan dengan buku yang berjudul The Complete Guide To Fasting karya dr. Jason Fung dan Jimmy Moore. 

Berikut beberapa point/makna penting yang saya ikat dari buku ini. Serius dah, keren.  

1. Dia rendah karbohidrat jelas lebih baik untuk mengurangi berat badan daripada diet rendah lemak.

2. Penyebab utama obesitas ternyata adalah ketidakseimbangan hormon bukan ketidakseimbangan jumlah kalori.

3. Kadar insulin yang terus meninggi tidak pelak lagi menghasilkan obesitas.

4. Jika insulin berlebih menyebabkan obesitas, jelas jawabannya terletak pada pengurangan insulin. Baik diet ketogenik (diet rendah karbohidrat protein-sedang tinggi-lemak) maupun puasa berjeda (intermittent fasting) merupakan cara sempurna untuk mengurangi kadar insulin.

5. Kadar insulin yang berlebihan menyebabkan obesitas dan insulin yang berlebihan mengakibatkan juga resistensi insulin, inilah yang dikenal sebagai penyakit diabetes tipe 2.

6. Seperti obesitas, diabetes tipe 2 adalah penyakit kelebihan insulin. Oleh karena itu, pengobatan yang tepat adalah menurunkan kadar insulin bukan menaikkannya.

7. Apa yang menurut kita lapar, Ternyata bukan benar-benar rasa lapar. Keinginan untuk makan tidak harus dituruti!

8. Puasa memungkinkan anda melihat lapar sebagaimana adanya sehingga ia tidak lagi mendikte apa yang harus Anda masukkan ke dalam mulut.

9. Puasa dan ketosis merupakan gabungan yang sempurna jika anda menjalani diet rendah karbohidrat tinggi lemak atau diet ketogenik maka puasa menjadi lebih mudah.

10. Mengonsumsi lemak jenuh yang sehat dan lemak tidak jenuh dalam jumlah memadai membantu mengendalikan rasa lapar.

11. Jika anda sudah dalam keadaan menjalani diet ketosis berarti tubuh anda sudah menggunakan tenaga sebagaimana mestinya.

12. Ada lebih banyak sampah di dalam tubuh kita daripada yang kita sadari dan berpuasa sepertinya membantu mengeluarkan cukup banyak sampah dari tubuh kita.

13. Ketika keton di dalam darah meningkat itu akan membantu kita berpuasa bahkan bisa berminggu-minggu.

14. Menjalankan diet ketosis (diet rendah karbohidrat dan lemak tinggi) akan membuat Anda secara spontan berpuasa selama 20 sampai 24 jam.

15. Ketika saya dalam keadaan ketosis gizi, ketika tubuh lebih sering membakar lemak daripada gula, puasa jadi terasa alami.

16. Puasa terasa berat sebelum saya menjalankan diet ketosis kemudian sangat alami dan mudah setelahnya.

17. Sekali anda terbiasa berpuasa, setelah beberapa kali selanjutnya ia berjalan sangat alami dan tidak mesti dikaitkan dengan keadaan sangat lapar atau tidak nyaman.

18. Faktanya, ketika puasa, perut kita tetap tenang, tidak kurang suatu apapun meski setiap orang di sekitar kita sibuk bersantap karena sudah "waktunya makan".

19. Gagasan bahwa kalau anda tidak makan, Anda akan semakin merasakan lapar lebih lama lagi tidaklah benar. Malah sebaliknya, saya berani berkata bahwa setelah berpuasa selama beberapa hari anda sebenarnya akan merasa lebih terbiasa daripada sebelumnya.

20. Jadilah penggemar puasa, selain membuat Anda sehat, juga membuat anda hebat dan hemat.

21. Melalui kehebatan pengiklanan, perusahaan-perusahaan besar makanan perlahan mengubah cara kita memandang puasa.

22. "Anda harus selalu sarapan. Anda harus memilih terus-menerus tanpa henti sepanjang hari. Anda harus makan kudapan sebelum tidur malam. Anda tidak boleh melewatkan makan meskipun sekali." Pesan-pesan seperti ini bertebaran di mana-mana, di televisi, surat kabar dan buku-buku.

23. Tidak ada yang mendapat uang ketika anda berpuasa. Tidak perusahaan besar makanan. Tidak farmasi besar. Tidak ada yang ingin Anda mengetahui rahasia kuno menurunkan berat badan.

24. Tubuh benar-benar hanya ada dalam dua keadaan. Yang pertama keadaan diberi makan (insulin tinggi) dan yang kedua keadaan puasa (insulin rendah). Kita menyimpan energi makanan atau membakar energi makanan. Jika makan dan puasa diseimbangkan, maka tidak akan ada kenaikan berat badan lagi.

25. Ketika kita makan, kadar gula darah meningkat.  kadar insulin juga ikut meningkat untuk memindahkan glukosa ke dalam sel-sel tubuh untuk merubahnya menjadi energi. Bila berlebih, kelebihan glukosa akan disimpan sebagai glikogen di dalam hati atau diubah menjadi lemak.

26. Kadar insulin yang rendah merangsang lipolisis, penghancuran lemak untuk diubah menjadi energi.

27. Menurunnya kadar insulin merupakan salah satu dampak hormonal puasa yang paling konsisten.

28. Karbohidrat rafinasi (seperti; nasi, kue, roti mie) cenderung menyebabkan peningkatan insulin paling tinggi. Sementara makanan berlemak adalah yang paling sedikit meningkatkan insulin.

29. Puasa yang lebih lama mengurangi insulin secara lebih dramatis lagi.

30. Mengurangi kadar insulin secara teratur akan meningkatkan kepekaan insulin. Lawan dari kepekaan insulin adalah resistensi insulin. Ini merupakan akar dari penyakit diabetes tipe 2 dan selama ini dikaitkan juga dengan sejumlah penyakit termasuk penyakit jantung, stroke, alzheimer, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, obesitas perut buncit, pembengkakan hati, encok, aterosklerosis, penyakit asam lambung, kanker serta gangguan pernapasan saat tidur.

31. Menurunkan insulin akan membuang kelebihan garam dan air dari dalam tubuh. Ini dikarenakan insulin adalah penyebab garam dan air tertahan di dalam ginjal.

32. Kebanyakan orang mengira bahwa selama berpuasa mereka akan merasa letih dan tidak bertenaga. Padahal mayoritas orang mengalami persis sebaliknya; mereka merasa bertenaga dan lebih bugar selama berpuasa. Hal ini disebabkan karena tubuh masih mendapatkan bahan bakar. Hanya saja tubuh mendapatkan energinya dari membakar lemak alih-alih membakar makanan.

33. Puasa erat kaitannya dengan human growth hormone (HGH). Makanan sangat efektif menekan sekresi hormon pertumbuhan. Jadi jika kita makan sehari 3x, kita praktis tidak mendapatkan hormon pertumbuhan atau HGH di hari itu. Lebih buruk lagi, makan secara berlebihan akan menekan kadar hormon pertumbuhan (HGH) hingga 80%!

34. Stimulus alami yang paling kuat mendorong sekresi hormon pertumbuhan (HGH) adalah puasa.

35. Banyak dari atlet-atlet elite tertarik dengan keuntungan yang didapat dari latihan ketika kondisi berpuasa. Kadar hormon pertumbuhan (HGH) yang lebih tinggi dapat meningkatkan waktu pemulihan dari latihan berat.

36. Diet yang mengkhususkan pada pembatasan kalori, tanpa disadari berasumsi bahwa semua kalori sama. Padahal, 100 kalori yang berasal dari salad hijau tidak berdampak menggemukkan sebagaimana 100 kalori dari cookies coklat.

37. Kadar insulin tinggi menjadi akar penyebab semua penyakit sindrom metabolisme. Penyakit-penyakit ini muncul seiring meningkatnya pola makan mereka yang menjadi kebarat-baratan.

38. Perlu diketahui, biji gandum itu alami, sedangkan tepung terigu tidak.

39. Makanan yang datang terbungkus dalam tas atau kotak, sebaiknya dihindari saja. Walau ada label gizinya, lebih baik dihindari. Makanan sungguhan, entah itu brokoli atau daging sapi, walaupun tidak ada labelnya, jelas itu lebih baik. Inilah rahasia makan yang sesungguhnya: hanya makan makanan sungguhan.

40. Hindari gula dan biji-bijian rafinasi seperti nasi putih, tepung dan produk-produk berbahan jagung. Diet rendah karbohidrat efektif untuk menurunkan berat badan.

41. Selama berpuluh-puluh tahun, lemak makanan dianggap musuh nomor wahid oleh masyarakat. Otoritas kesehatan mulai menyadari kekeliruan mereka terhadap lemak. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh tunggal tinggi, seperti minyak zaitun, kacang-kacangan dan alpukat, yang sebelumnya dihindari sekarang malah dianggap 'makanan super' karena demikian sehatnya.

42. Dampak puasa yang paling terasa adalah glukosa lebih rendah, tekanan darah lebih rendah dan risiko terhadap kanker lebih kecil. Plus, kita menuai keuntungan dari meningkatnya hormon pertumbuhan (HGH). Puasa tidak akan membuat anda letih. Puasa juga tidak membakar otot. Anda tidak akan kelaparan karena puasa hingga membuat Anda lunglai tidak berdaya meringkuk seharian di atas sofa.

43. Puasa berpotensi melepaskan khasiat anti penuaan pada hormon pertumbuhan (HGH) tanpa kita harus repot-repot mengonsumsi hormon pertumbuhan buatan.

44. Puasa adalah tradisi penyembuhan yang paling dihormati sepanjang waktu dan paling tersebar luas. Zaman dulu periode puasa ini kerap disebut sebagai masa 'pembersihan', 'detoksifikasi' atau 'pemurnian'.

45. Tiga dari jajaran orang berpengaruh dalam sistem sejarah peradaban dunia; Nabi Isa, Buddha dan Nabi Muhammad, semuanya sama-sama meyakini puasa memiliki kekuatan penyembuhan.

46. Melaksanakan puasa secara rutin membantu melindungi manusia dari penyakit dan menjaga mereka tetap merasa bugar.

47. Orang Hindu sangat menghormati puasa. Berdasarkan kepercayaan mereka, dosa-dosa kita akan berkurang sering 'kesengsaraan' yang dialami tubuh.

48. Kebutuhan-kebutuhan fisik tubuh diingkari demi memperoleh manfaat spiritual.

49. Pengobatan tradisional ayurvedic juga meyakini penyebab banyak penyakit adalah akumulasi toksin di dalam tubuh dan menjalankan puasa mampu untuk membersihkan toksin-toksin tersebut.

50. Kita telah berevolusi untuk dapat bertahan tanpa makanan dalam waktu lama.

51. Salah satu penganjur awal berpuasa adalah Hipokrates. Beliau menyadari bahwa obesitas merupakan penyakit serius yang terus berkembang. Hipokrates menulis; "kematian tiba-tiba lebih lazim terjadi pada mereka yang secara alami berbadan gemuk ketimbang pada mereka yang kurus". Dia menyarankan pengobatan terhadap obesitas harus mencakup beraktivitas setelah makan dan mengkonsumsi makanan tinggi lemak. Hipokrates juga menganjurkan pada mereka untuk makan sekali saja dalam sehari (puasa harian 24 jam).

52. Penulis dan sejarawan kuno dari Yunani, Plutarch, menggemakan sentimen ini. Dia menulis; "Daripada menggunakan obat-obatan, lebih baik puasa."

53. Puasa bisa dianggap sebagai insting manusia untuk mengatasi beragam jenis penyakit. Puasa sejatinya sudah menjadi bagian dari pusaka umat manusia dan umurnya setua kemanusiaan itu sendiri.

54. Cobalah ingat-ingat lagi kapan terakhir kali Anda makan besar mungkin dalam suatu perayaan Apakah anda merasa lebih energik secara mental lebih awal setelahnya? atau apakah Anda malah mengantuk dan sedikit merasa kurang nyambung? Kebanyakan kita akan mengantuk karena setelah makanan besar darah dialirkan sistem pencernaan Anda untuk mengatasi gelombang besar makanan.

55. Sekarang ingat-ingat lagi saat anda tidak makan selama berjam-jam. Apakah anda jadi lamban secara mental? tidak mungkin! Justru anda akan lebih tajam secara mental dan sepenuhnya menyadari lingkungan di sekitar Anda. Ini bukan kebetulan, pada zaman Paleolitikum diperlukan semua kecakapan mental dan Indra yang tajam untuk mencari makanan.

56. Tokoh besar intelektual lainnya sepanjang sejarah juga merupakan penganjur setia puasa, Paracelsus, seorang dokter keturunan Swiss Jerman dan pendiri toksikologi menyampaikan; "Dosis lah yang menyebabkan keracunan."

57. Kepentingan komersial pun memasuki dan mempengaruhi segala bidang, dan seperti yang mungkin sudah anda duga, perusahaan-perusahaan besar di bidang makanan tidak akan mendukung intervensi apapun yang mengancam keberadaan mereka.


Share:

0 comments:

Post a Comment