"Kalau engkau ingin kreatif,
ingin diberi hidayah oleh Allah, jangan menomorsatukan eksistensimu.
Pekerjaanmu hanya satu: beribadah. Ibadah itu mengabdi. Mengabdi itu
melayani.
Kalau ibadah, arahnya vertikal (ke atas). Kalau
melayani, arahnya horizontal. Kalau niatmu melayani, kamu akan selalu
mengapresiasi tiap orang yang kamu jumpai, dan itu melahirkan banyak
sekali kreativitas. Nanti, secara sendirinya, kamu akan mendapatkan
bonus yaitu eksistensimu menjadi terjamin.
Kalau tujuanmu adalah eksistensi, kamu malah tidak bisa memberi apapun pada orang lain. INI KUNCI.Sama dengan orang berdagang, fokusnya jangan pada laba. Fokusnya adalah pada melayani konsumen. Bonusnya sangat besar. Kalau fokusmu tidak pada melayani, kamu tidak akan mendapatkan banyak. ITU KUNCI.
Kamu mau jadi pemimpin, pedagang, seniman, atau apapun jua, kuncinya adalah kamu melayani dan menghormati orang lain.
Kamu selidiki hati orang, merasakan, mengapresiasi apa yang ada di sekitarmu, maka kamu akan menjadi manfaat yang besar bagi orang lain. Bonusnya adalah, orang itu akan menjadi jalan rezeki bagimu."
||-------------------||
Disarikan dari buku 'Hidup harus pintar ngegas dan ngerem' karya Emha Ainun Nadjib.
0 comments:
Post a Comment